Tuesday, December 18, 2018

Meriyati Roeslani

Meriyati Roeslani lahir pada 23 Juni 1925. Tak banyak yang diketahui dari masa kecilnya. Ia dinikahi oleh Hoegeng Imam Santoso pada tanggal 31 Oktober 1946.

Beberapa bulan setelah menikah, Hoegeng masih menjadi kadet Akademi Kepolisian Yogyakarta mendapat tugas dari Kapolri saat itu, R.S. Soekanto, untuk menyusun jaringan sel intelijen subversi, dengan tugas menghimpun informasi, hingga membujuk pasukan NICA membelot dan membela Indonesia.

Meski tidak digaji, Hoegeng menjalani tugasnya dengan rasa nasionalisme yang tinggi.

Untuk memuluskan penyamarannya, ia memutuskan melamar menjadi pelayan sebuah restoran yang biasa didatangi orang Indonesia dan orang Belanda bernama "Pinokio". Di sana, Hoegeng diterima menjadi pelayan namun, lagi-lagi tak ada gaji untuknya. Sebagai ganti, pemilik resto memberikan makanan gratis tiap hari untuk pegawainya. Di tempat yang sama, Merry juga berjualan sate untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tak ada seorang pun yang tahu Hoegeng dan Merry adalah pasangan suami istri saat itu.

Selama mendampingi Hoegeng, Merry selalu setia dan penuh pengertian. Padahal ia tak pernah sekalipun mengecap mewahnya kehidupan menjadi istri pejabat negara. Merry tampaknya sudah terbiasa dengan kondisi serba sulit apalagi ditambah dengan kemauan Hoegeng yang tak pernah berpikir untuk hidup mewah.

Saat pindah ke Jakarta, Merry dan Hoegeng juga sempat tinggal di garasi mobil seorang kerabat.

Setelah menjadi perwira, Hoegeng tetap hidup pas-pasan. Untuk itu istrinya, Merry Roeslani membuka toko bunga di garasi rumah dinasnya.

Toko bunga itu ternyata cukup laris dan terus berkembang.

Tapi sehari sebelum Hoegeng dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (kini jabatan ini disebut dirjen imigrasi) tahun 1960, Hoegeng meminta Merry menutup toko bunga tersebut.

Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan Merry. Apa hubungannya dilantik menjadi kepala jawatan imigrasi dengan menutup toko bunga?

“Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya,” jelas Hoegeng.

Merry yang selalu mendukung suaminya untuk hidup jujur dan bersih memahami maksud permintaan Hoegeng itu.

Ia rela menutup toko bunga yang sudah maju dan besar itu.

Hoegeng diangkat menjadi Kapolri ke-5 pada tahun 1969. Namun jabatan itu disandangnya hanya 2 tahun saja akibat kejujuran dan idealisme yang dimilikinya. Pada 2 Oktober 1971, Hoegeng diberhentikan dari jabatan sebagai Kapolri oleh Presiden Soeharto yang tidak suka karena Hoegeng ngotot untuk menyelidiki kasus pemerkosaan 'Sum Kuning'.

Usai tak menjadi polisi, Hoegeng pulang ke kampung halamannya di Pekalongan untuk bertemu ibunya.

Di sana, Merry menceritakan Hoegeng menyatakan pada ibunya bahwa ia tak lagi memiliki pekerjaan.

"Saya tidak bisa lupakan itu. Dia sungkem lalu berkata, 'saya tidak punya pekerjaan lagi, Bu'. Ibunya mengatakan, 'kalau kamu jujur melangkah, kami masih bisa makan nasi sama garam.' Itu yang bikin kita kuat semua," kenang Merry.

Setelah pensiun sebagai Kapolri, Hoegeng dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai figur yang berlawanan dengan Soeharto.

Ia bahkan dilarang hadir dalam HUT Polri yang diperingati setiap 1 Juli.

"Yang saya ingat itu bapak dipensiunkan umur 49 tahun. Padahal masih banyak yang harus dilakukan. Saya menghadapi waktu yang berat tapi masih mau bekerja membetulkan semuanya," katanya sedih.

Usai pensiun meskipun pernah menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng tidak memiliki rumah dan kendaraan pribadi. Namun Merry terus mendampingi Hoegeng selama lebih dari setengah abad, hingga akhirnya Hoegeng wafat pada 14 Juli 2004, setelah terserang penyakit stroke dan jantung.

Sesuai wasiatnya, Hoegeng tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Jasadnya akhirnya dikebumikan di Pemakaman Umum Giri Tama, Bogor. Sebuah tempat yang cukup terpencil, untuk mencapainya diperlukan sekitar 1 jam perjalanan dari Stasiun KA Bojong Gede.

Di usia senjanya, Merry masih terlihat bugar. Bicaranya juga masih bagus, dan masih kuat berjalan kaki dengan sehat.
Bahkan ingatan Merry masih tetap kuat, meski seluruh rambutnya telah memutih.

Namun kondisinya belakangan ini agak melemah dan sering sakit-sakitan.

Semoga lekas sembuh Ibu Merry.

(dari berbagai sumber

Saturday, December 15, 2018

Foto kegiatan Perpustakaan Keliling Polsek Panimbang

Cara Mengklaim Bonus Local Guides

•Klik Klaim sekarang di bawah•Download aplikasi Airy jika Anda belum memilikinya•Dalam aplikasi, pilih hotel tempat menginap sampai 28 Feb 2019•Klik “Gunakan Kupon” di halaman pembayaran dan masukkan kode voucher Anda.•Nikmati masa menginap Anda!

Friday, December 14, 2018

212 Bagi orang Kristen

212 Beberapa tahun terakhir ini menjadi angka yang banyak dibicarakan di negara ini.....Ternyata bagi kita orang percaya ini adalah.....Angka Ajaib 🤔
Ini benar2 ajaib mengherankan, bukan kebetulan. Bukan hoax! Siapa yg pilih tgl 2/12 ini ya ? *BELIEVE  IT  OR  NOT.*

Damailah dan sejahteralah dalam Berkat Kasih dari Tuhan yang menjaga Bangsa Indonesia.
------------------------------
2 Kor 1:2
*_"KASIH KARUNIA DAN DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH, BAPA KITA, DAN DARI TUHAN YESUS KRISTUS MENYERTAI KAMU"._*

2 Tesalonika 1:2
_*"KASIH KARUNIA DAN DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH, BAPA KITA, DAN DARI TUHAN YESUS KRISTUS MENYERTAI KAMU".*_

2 Timotius 1:2
"Kepada Timotius, anakku yang kekasih : _*KASIH KARUNIA, RAHMAT DAN DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH BAPA DAN KRISTUS YESUS, TUHAN KITA, MENYERTAI ENGKAU".*_

2 Petrus 1:2
_*"KASIH KARUNIA DAN DAMAI SEJAHTERA MELIMPAHI KAMU OLEH PENGENALAN AKAN ALLAH DAN AKAN YESUS, TUHAN KITA".*_

2 Yohanes 1:2
*_"OLEH KARENA KEBENARAN YANG TETAP DI DALAM KITA DAN YANG AKAN MENYERTAI KITA SAMPAI SELAMA LAMANYA"_*.

Praise the LORD, ajaib dan benar serta kekallah Firman Tuhan.

😊 *BELIEVE IT OR NOT.* _*BUKAN KEBETULAN*_ .....he ...he... he ...

Pengalaman Hidup

*_marilah kita belajar untuk mengasihi dengan tulus dan benar..._*

Seorang _Ompung_ (nenek tua) menawarkan dagangannya, kue traditional khas Medan.
Satu plastik harganya sepuluh ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat,
.....tetapi.....
karena kasihan aku beli satu plastik.

_Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya.

Rasa _Lampet_ nya cukup enak.

Sayapun tergerak... Untuk....beli lagi
buat oleh-oleh orang di rumah
Saya Beli lagi  ....saya keluarkan uang 100.000, saya Beli lagi Nek..... (saya beli 10 plastik....kasih bonus 1 ya nek)
Nenek tersenyum dan ditambah 1 plastik lagi.... jadi dapat 11 plastik.

Tak lama kemudian kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek.
Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua di SD Inpres.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.
“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Sepuluh ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
“Saya beli 5 plastik, ini uangnya,
..... tapi .....
buat Ompung aja kuenya ...kan bisa dijual lagi.”

Si Nenek yang dipanggil si Ompung jelas sekali terlihat ber-binar2 matanya :

“Ya Tuhan, terima kasih  banyak nak. Puji Tuhan...ya Tuhan kabulkan Doa saya untuk beli obat buat cucu yang lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.
“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya *Mardongan Malau*, kelas 3, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari.
.... Tapi....
saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”

“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu ?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, agar setiap seminggu sekali saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah.
Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar saya diberi keberhasilan karena ibu saya sudah meninggal😥".

Aku pegang bahu anak itu :
” Sejak kapan ibumu meninggal, Mardongan?”
“Ketika saya masih TK kecil, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Mardongan, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”,
kataku sambil menyerahkan selembar uang seratus ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Mardongan menolaknya dan berkata :
“Terima kasih banyak, Pak… Tapi ...untuk keperluan bapak aja,
saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi ....
bapak punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Mardongan menyalami tanganku dan menciumnya serta berlalu.

“Tuhan menyertaimu nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik.
Bergegas aku ke sana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ”sembilan puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ”  dan kutambahkan, ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Tuhan.... Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… .... dengan *AIR MATA* membasahi pipiku.

"karena saya menyesal....
Mau membeli kue nenek... tadi....tapi dengan pamrih... Minta bonus 1 "
.....sedangkan....
anak SD tadi.... memberkati... dengan tulus... ikhlas...,
bahkan kuenya pun... diberikan kembali kepada si nenek.... untuk dapat dijual lagi.

Hari ini saya..... Mendapat...

*PELAJARAN BERHARGA*.
.....bagaimana memberi dengan tulus,  ikhlas.....

Sahabat.., ada kalanya seorang anak
*Lebih jujur
*Lebih tulus
*Lebih ikhlas
dari pada orang dewasa,

*KADANG....*
Tanpa disadari....
kita lebih sering menawar.....(habis habisan) jika belanja... di pasar.
Sekalipun kepada pedagang sayur nenek nenek tua / orang-orang  kecil,

......tapi.....

Seringkali kita makan di restaurant mewah tidak pernah menyesal membayar berapapun.
Tapi dengan orang miskin kita mlenekan mereka, untuk dapat beli murah.

Amsal Sulaeman 19:17 (TB) 
*_Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannu.

*Selamat pagi,siang,malam, selamat beraktifitas. GBU*

KASIH Vs CINTA

Suatu hari KASIH dan CINTA jalan- jalan di tepi tebing.

Tiba-tiba Cinta jatuh ke Jurang....,
mau tahu kenapa ???

K a r e n a CINTA itu BUTA

Kemudian KASIH ikut TERJUN ke jurang, Mengapa demikian ???

Karena KASiH itu rela BERKORBAN

N a m u n sampai di dasar jurang, Cinta MARAH pada kasih...

Mau tahu Cinta bilang apa???

Cinta tak selamanya bisa selalu BERSAMA ...

N a m u n walaupun di marahi..               KASIH tetap tersenyumm..,
karena apa...??

Karena KASIH itu SABAR dan SELAMANYA ....

KASIH juga tidak MEMBALAS kejahatan dengan kejahatan...,
karena apa...?

Karena KASIH itu MURAH HATI dan tidak mementingkan diri sendiri ...

Lebih baik kita mempunyai KASIH d a r i p a d a CINTA..

Wikipedia

Search results

About Me

My photo
Pandeglang, Banten, Indonesia
Hello guys, perkenalkan sama saya Sudianto Sihite,saya lahir di Pakkat 06 Mei 1986,sekarang saya bertugas di Polsek Panimbang sebagai Bhabinkamtibmas Desa Teluklada Sobang,chanel ini saya buat untuk fun dan kini berubah mencoba menjadi lahan berbisnis mencari uang,saya masih pemula,tolong saya dimaafkan jikalau ada kekurangan saya salam membangun chanel ini.Dan bagi Subscriber saya terimakasih banyak sudah setia dengan Chanel saya ini. Contact Person: Email : Trigunawansoekarnomuda@gmail.com Fb ; https://www.facebook.com/h.m.sudianto.sihite Salam berkarya dan tetap semangat guys!!!! HORAS

Contact form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

About Us

About Us
6282312158536

Labels

Categories

Iklan

Facebook

Subscribe Us

Ticker

6/recent/ticker-posts

Most Popular

Popular Posts