Friday, December 14, 2018

Pengalaman Hidup

*_marilah kita belajar untuk mengasihi dengan tulus dan benar..._*

Seorang _Ompung_ (nenek tua) menawarkan dagangannya, kue traditional khas Medan.
Satu plastik harganya sepuluh ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat,
.....tetapi.....
karena kasihan aku beli satu plastik.

_Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya.

Rasa _Lampet_ nya cukup enak.

Sayapun tergerak... Untuk....beli lagi
buat oleh-oleh orang di rumah
Saya Beli lagi  ....saya keluarkan uang 100.000, saya Beli lagi Nek..... (saya beli 10 plastik....kasih bonus 1 ya nek)
Nenek tersenyum dan ditambah 1 plastik lagi.... jadi dapat 11 plastik.

Tak lama kemudian kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek.
Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua di SD Inpres.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.
“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Sepuluh ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
“Saya beli 5 plastik, ini uangnya,
..... tapi .....
buat Ompung aja kuenya ...kan bisa dijual lagi.”

Si Nenek yang dipanggil si Ompung jelas sekali terlihat ber-binar2 matanya :

“Ya Tuhan, terima kasih  banyak nak. Puji Tuhan...ya Tuhan kabulkan Doa saya untuk beli obat buat cucu yang lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.
“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya *Mardongan Malau*, kelas 3, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari.
.... Tapi....
saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”

“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu ?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, agar setiap seminggu sekali saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah.
Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar saya diberi keberhasilan karena ibu saya sudah meninggal😥".

Aku pegang bahu anak itu :
” Sejak kapan ibumu meninggal, Mardongan?”
“Ketika saya masih TK kecil, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Mardongan, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”,
kataku sambil menyerahkan selembar uang seratus ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Mardongan menolaknya dan berkata :
“Terima kasih banyak, Pak… Tapi ...untuk keperluan bapak aja,
saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi ....
bapak punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Mardongan menyalami tanganku dan menciumnya serta berlalu.

“Tuhan menyertaimu nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik.
Bergegas aku ke sana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ”sembilan puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ”  dan kutambahkan, ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Tuhan.... Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… .... dengan *AIR MATA* membasahi pipiku.

"karena saya menyesal....
Mau membeli kue nenek... tadi....tapi dengan pamrih... Minta bonus 1 "
.....sedangkan....
anak SD tadi.... memberkati... dengan tulus... ikhlas...,
bahkan kuenya pun... diberikan kembali kepada si nenek.... untuk dapat dijual lagi.

Hari ini saya..... Mendapat...

*PELAJARAN BERHARGA*.
.....bagaimana memberi dengan tulus,  ikhlas.....

Sahabat.., ada kalanya seorang anak
*Lebih jujur
*Lebih tulus
*Lebih ikhlas
dari pada orang dewasa,

*KADANG....*
Tanpa disadari....
kita lebih sering menawar.....(habis habisan) jika belanja... di pasar.
Sekalipun kepada pedagang sayur nenek nenek tua / orang-orang  kecil,

......tapi.....

Seringkali kita makan di restaurant mewah tidak pernah menyesal membayar berapapun.
Tapi dengan orang miskin kita mlenekan mereka, untuk dapat beli murah.

Amsal Sulaeman 19:17 (TB) 
*_Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannu.

*Selamat pagi,siang,malam, selamat beraktifitas. GBU*

No comments:

Wikipedia

Search results

About Me

My photo
Pandeglang, Banten, Indonesia
Hello guys, perkenalkan sama saya Sudianto Sihite,saya lahir di Pakkat 06 Mei 1986,sekarang saya bertugas di Polsek Panimbang sebagai Bhabinkamtibmas Desa Teluklada Sobang,chanel ini saya buat untuk fun dan kini berubah mencoba menjadi lahan berbisnis mencari uang,saya masih pemula,tolong saya dimaafkan jikalau ada kekurangan saya salam membangun chanel ini.Dan bagi Subscriber saya terimakasih banyak sudah setia dengan Chanel saya ini. Contact Person: Email : Trigunawansoekarnomuda@gmail.com Fb ; https://www.facebook.com/h.m.sudianto.sihite Salam berkarya dan tetap semangat guys!!!! HORAS

Contact form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

About Us

About Us
6282312158536

Labels

Categories

Iklan

Facebook

Subscribe Us

Ticker

6/recent/ticker-posts

Most Popular

Popular Posts