Thursday, January 03, 2019

Kartu Identitas Anak

Kepada yth
Bapak/ibu
Ditempat

Bagi yang memiliki Anak, cucu usia 1 Tahun s/d 15 tahun,untuk segera mengurus membuatkan Kartu Identitas Anak (KIA)
Dengan Persyaratan,sbb :
1.Foto Copy KK
2.Foto Copy Akte  Kelahiran Anak
3.Foto Copy EKTP Suami+ Isteri
4.Foto Anak 2x3  2lb

Kalau Data Sudah Lengkap
Bawa DUKCAPIL Untuk Dibuatkan Kartu Identitas Anak (KIA)
Kartu KIA ini Digunakan Untuk Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru Nanti
Kabarin Saudara,Teman dan Kerabat
Agar segera Membuatkan Anak,Cucu nya untuk di Urus Dicapil

DASAR HUKUM

a. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

b. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimanan telah diubah dengan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013.

c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

PENGERTIAN

Bahwa pada saat ini anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan, sehingga dipandang perlu adanya penerbitan Kartu Identitas Anak yang selanjutnya disingkat menjadi KIA. KIA adalah Identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang nantinya ditertibkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan public serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara Indonesia.

Dalam Penerbitan KIA tidak perlu dilakukan perekaman data kependudukan sebagaimana penerbitan KTP Elektronik namun setelah memasuki usia 17 tahun harus mengikuti perekaman guna diterbitkanya KTP Elektronik pengganti KIA. Kartu Identitas Anak (KIA) berisikan nama, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan sejumlah identitas diri lainnya. Dalam penerbitan KIA dimungkinkan diadakan kerjasama dengan pihak ketiga (Swasta) berupa pemberian Insentif (kemudahan/Fasilitas) kepada pemilik KIA seperti diskon harga ditempat tempat tertentu contoh tempat hiburan, toko buku, rumah makan dll.

MANFAAT KIA

Diantara manfaat KIA antara lain sebagai berikut :

a. Sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

b. Untuk persyaratan mendaftar sekolah.

c. Untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri si anak contohnya untuk data identitas membuka tabungan dibank.

d. Untuk mendaftar BPJS

e. Proses identifikasi jenasah dengan korban anak-anak dan juga untuk mengurus klaim santunan kematian.

f. Pembuatan dokumen keimigrasian.

g. Mencegah terjadinya perdagangan anak.

PERSYARATAN PENERBITAN KIA

a. Anak baru lahir :

· Bagi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran sehingga KIA anak tidak menampilkan foto. Syarat KIA untuk anak baru lahir menjadi satu dengan syarat penerbitan akta kelahiran

· Setelah anak memasuki usia diatas 5 tahun dapat mengajukan penggantian KIA untuk anak usia anak 5 tahun keatas yang terdapat foto anak tersebut.

b. Anak Usia 5-17

· Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan aslinya.

· Fotocopy KK orang tua dan menunjukan aslinya

· Fotocopy KTP orang tua dan menunjukan aslinya.

· Pas foto berwarna ukuran 2X3  sebanyak 2  lembar.

Masa Berlaku KIA :

a. Bagi anak usia kurang dari 5 tahun adalah sampai anak usia 5 tahun.

b. Bagi anak usia diatas 5 tahun adalah sampai anak berusia 17 tahun kurang 1 hari.

WAKTU DAN BIAYA

Waktu untuk penerbitan KIA maksimal 14 hari.

Dalam penerbitan Kartu Identitas Anak Gratis.

tanggal 26 Desember untuk kita semua

Adakah kita sadari...???

Aceh
Tsunami
26-12-2004

Bohemia
Gempa
26-11-1902

Jogja
Gempa
26-05-2006

Tasik - Jawa Barat
Gempa
26-06-2010

Gunung Merapi
Meletus
26-10-2010

Jambatan Tenggarong
Samarinda, Indonesia
Runtuh
26-09-2013

Mengapa semua ini
Terjadi pada Tgl. 26

Apakah ini suatu kebetulan??

Bukalah dan bacalah
Al-Quran Juz ke: 26

Allah SWT telah berfirman.

Bunyinya :

"Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".

Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!

Jika sudi...

Sampaikanlah kepada hamba Allah yg lain... wallahu'alam...

Ternyata Cuma 1.5 jam⌚ saja Umur Kita hidup di DUNIA ini.

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran yang hakiki
1 hari akhirat = 1000 tahun dunia
24 jam akhirat = 1000 tahun dunia
3 jam akhirat = 125 tahun dunia
1.5 jam akhirat = 62.5 tahun dunia

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1.5 jam saja.

Pantaslah kita selalu diingatkan tentang masalah waktu. ⌛⏰

Allah berfirman : "Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)"

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

Kuatkan berfikir utk akhirat.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Fokus akhirat
Itulah tempat kita akan hidup seterusnya.

Ingatlah ini :
untuk diri saya sendiri.
Mayat orang Islam yang tidak sembahyang pada 1000 tahun dulu masih disiksa hingga kini.

Allahuakbar!!! 1 waktu kita tinggalkan sholat sama dengan 8000 tahun siksaan neraka. Jika kita sehari 5 waktu x sholat?

5 x 8000 = 40.000
tahun.

TIps antisipasi debu vulkanik

antisipasi debu kalau naik motor pakai masker (agar tdk tehirup) dan kacamata (agar tidak masuk dan perih ke mata). kalau mobil jika tdk diperlukan jgn gunakan wiper (bs menggores kaca). yg perlu diperhatikan adalah anak kecil agar tidak terlalu byk main diluar untuk menghindari penyakit ispa dan mata.
abu vulkanik sedikit kasar, tdk seperti debu kotoran/jalanan. dijaga dan tetap tenang dan tidak perlu panik berlebih

Kita harus punya 10 buah-buahan yg hrs kita miliki

Kita harus punya 10 buah-buahan yg hrs kita miliki, dan kita makan di akhir Th 2018 ini,  agar kita sehat Jasmani & Rohani di Th 2019, dan di tahun2 berikutnya, yaitu 10 buah2an sbb :
1.Markisa
( Mari kita sabar)
2.Stroberi
( Selalu Introspeksi Belajar Rendah Hati)
3.Salak
( Selalu baik dalam bertindak)
4.Jeruk
( Jangan berbuat buruk)
5.Pisang
( Pantang iri, Sombong dan Angkuh)
6.Anggur
( Anda Gemar Bersyukur)
7.Melon
( Menolong orang lain)
8.Tomat
( Tobat sebelum kiamat)
9. Talas
( Tak ada kata malas)
10. 勒Mentimun
( Menuntut ilmu tidak banyak melamun)
Selamat menikmati Buah Kebaikan......
Mohon ma'af atas kesalahan di th 2018

*MBAH JUM* Oleh : Irene Radjiman

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di *Kasian*, Bantul, Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat.

Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang ke rumah.

Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya.

Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari *50 ribu rupiah*, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya cucunya: “Kenapa begitu?”

“Karena kata simbah, modal simbah bikin tempe cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan di masjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukin uang lebihnya ke masjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to?” tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.

“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda?” tanyaku lagi

“Begini mbak.. kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang.. ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, gak ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, gak ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa.. 300 ribunya saya taruh di kotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu.
Di saat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiri pun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum..?? Aahh..
Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam.

Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya.

Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya.

Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukkan lagi 100% ke kotak amal masjid.
Ya.. 100% !
Anda kaget? Sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “Kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal?”

Mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.”
(Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam..
Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini.

Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis, jangankan bicara GRATIS, dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah..

Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.”
(saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang ...

Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

_Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta._

🙏🙏🙏🙏🙏

Refleksi Awal 2019

Kabar dusta, berita palsu, pernyataan bohong, dan sejenisnya akan terus berbiak menjelang hari pencoblosan pilpres April 2019 mendatang. Ini strategi yang disengaja, didesain secara saintifik dengan memanfaatkan algoritma media sosial dan jejaring internet. Dikemas secara cantik, seolah-olah masuk akal, diisi dusta yang kontroversial, dan didistribusikan melalui pelbagai macam kanal secara serentak. Udara dikepung dusta. Beringsut ke delapan penjuru mata angin.

Mengapa ada orang yang mau mendesain, memproduksi, dan menyebarkan dusta? Hanya satu alasan: duit! Mengapa ada orang terdidik yang mau menyumbangkan waktu, tenaga dan serta peran sentral dalam manufaktur dusta itu? Hanya satu dalih: duit!  Mengapa mereka tak terusik secara moral dalam proses pembuatan dan penjalaran dusta? Hanya ada satu pertimbangan: moral tidak tercantum dalam vokabuler politik di Indonesia. Mengapa mereka yang maniak agama melibatkan diri dalam amplifikasi dusta? Ada banyak pembenaran. Salah satunya: siasat. Anggap dan tafsirkan saja lawannya sebagai kafir. Sekian dalil dan sekian sumber tekstual dapat dijadikan panduan. Rampung. Kalau dianggap atau ternyata keliru, ada pintu keluar: pertobatan. Simpel. Mengapa simpel? Karena bagi seorang "politico-religio-maniacal",  dosa, pertobatan, dan pengampunan sudah biasa berjalan-jalan di dalam kepalanya. Merasa berdosa, merasa bertobat, dan merasa telah diampuni. Semua berkubang dalam kepalanya sendiri. Dan itu sudah biasa. Ala bisa karena biasa. Simpel bukan?

Tak ada strategi dan taktik yang jitu untuk menghabisi dusta. Sebab *sekali dusta menyebar, dan algoritma berjalan, tak ada yang bisa menghapusnya*, tak juga penyebarnya sendiri. Mereka seperti menyayat guling berisi kapas di atap rumah. Begitu kapas beterbangan disapu angin ke segala penjuru,  tak ada lagi yang dapat memungutinya kembali secara utuh.

Dalam politik di negeri ini, moral tak dikenal, hanya modal yang dirapal dan diunthal. Rakyat? Mereka tumbal kekal.

Keluarga Besar Oppung Willy Sihite

Wikipedia

Search results

About Me

My photo
Pandeglang, Banten, Indonesia
Hello guys, perkenalkan sama saya Sudianto Sihite,saya lahir di Pakkat 06 Mei 1986,sekarang saya bertugas di Polsek Panimbang sebagai Bhabinkamtibmas Desa Teluklada Sobang,chanel ini saya buat untuk fun dan kini berubah mencoba menjadi lahan berbisnis mencari uang,saya masih pemula,tolong saya dimaafkan jikalau ada kekurangan saya salam membangun chanel ini.Dan bagi Subscriber saya terimakasih banyak sudah setia dengan Chanel saya ini. Contact Person: Email : Trigunawansoekarnomuda@gmail.com Fb ; https://www.facebook.com/h.m.sudianto.sihite Salam berkarya dan tetap semangat guys!!!! HORAS

Contact form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

About Us

About Us
6282312158536

Labels

Categories

Iklan

Facebook

Subscribe Us

Ticker

6/recent/ticker-posts

Most Popular

Popular Posts